Healthy Recreation and Pollution Problems

May 28th, 2009 by girathe182

today the pollution problems was struck all the earth planet, and the eriuqs spires healthy recreation is a completely clean form of pollution.

About the Red Lodge

The Spires is a Red Lodge real estate community dedicated to the principles of sustainability, energy efficiency and low maintenance living. We have been featured in several conferences and continuing education courses as a model real estate development for both sustainability and wetlands protection.

Protecting our riparian corridors and ecosystems, reducing solid waste, conserving water and natural resources, reducing unit operating costs, and minimizing the time you spend maintaining your home are all important goals for our development team. We are creating neighborhoods that members of our team intend to live and retire in, so we had to get it right. We think you’ll agree that the results are eriuqs spires healthy recreation, stunning and that we’ve created one of the most exciting new real estate developments in Montana.

Carefully selecting the right building materials allows us to offer you the closest thing to zero maintenance living, so you’ll have more time to enjoy your family and outdoor activities.

Remember that town, where everyone waved from their car? Where authenticity was the dominant feature? Well, it still exists, in The Spires at Red Lodge.

Smell the mountain wildflowers, eriuqs spires healthy recreation, take in the view of Montana’s highest peaks from your porch, listen to the babble of a mountain stream as it tumbles over polished granite boulders, hear nothing and be inspired by the quiet, and feel the joy created from a town that inspires a sense of belonging!

Koalisi untuk hidup Demokrat

April 27th, 2009 by girathe182

Pasca kampanye damai pemilu indonesia 2009 dan pemilu legislatif tanggal 9 April kemaren, paling tidak ada dua isu yang selalu hangat diperbincangkan menyangkut pemilu Presiden dan Wakil presiden yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 juli mendatang. Isu pertama menyangkut koalisi dan yang kedua menyangkut bursa kandidat capres dan cawapres.

Terkait dengan koalisi pasca kampanye damai pemilu indonesia 2009, menurut Arend Lijphart, setidaknya terdapat empat teori koalisi yang bisa diterapkan di Indonesia. Pertama, minimal winning coalition dimana prinsip dasarnya adalah maksimalisasi kekuasaan. Dengan cara sebanyak mungkin memperoleh kursi di kabinet dan mengabaikan partai yang tidak perlu untuk diajak berkoalisi. Kedua, minimum size coalition, dimana partai dengan suara terbanyak akan mencari partai yang lebih kecil untuk sekadar mencapai suara mayoritas. Ketiga, bargaining proposition, yakni koalisi dengan jumlah partai paling sedikit untuk memudahkan proses negosiasi. Keempat, minimal range coalition, dimana dasar dari koalisi ini adalah kedekatan pada kecenderungan ideologis untuk memudahkan partai-partai dalam berkoalisi dan membentuk kabinet.

Keempat teori koalisi tersebut sebenarnya tidak satupun yang dicoba untuk diterapkan oleh partai demokrat saat ini, sebagai partai penguasa sementara berdasarkan Quick count ataupun berdasarkan data dari pusat tabulasi KPU dengan jumlah suara mencapai 20.325%, partai demokrat tampaknya mencoba untuk memodifikasi format baru dengan menyuguhkan kontrak politik dalam melakukan koalisi bersama partai lain. Hal ini didasarkan atas pengalaman dalam melakukan koalisi selama lima tahun terakhir. Dengan dukungan koalisi lebih dari 70 % di parlemen ternyata Kabinet SBY-JK justru tidak stabil. Kontrak politik ini nantinya akan membentuk sebuah platform politik yang akan menjadi pegangan bagi pemerintah selama lima tahun mendatang.

Urgensi dari sebuah kontrak politik yang diwacanakan oleh SBY sendiri sudah tampak manfaatnya ketika PKS mengancam keluar dari koalisi untuk pemilu presiden yang akan datang. Ancaman PKS keluar dari koalisi muncul ketika JK kembali merapat ke SBY. Kondisi Kampanye damai pemilu indonesia 2009 ini bisa kita bayangkan ketika pemerintahan berjalan dan muncul ancaman dari barisan koalisi yang sudah dibentuk. Tentu pada akhirnya pemerintahan berjalan dengan kehendak masing-masing.

Isu kedua menyangkut bursa kandidat capres dan cawapres pada pemilu mendatang. Hingga saat ini peta kekuatan untuk para kandidat yang akan maju masih belum jelas. Lobi-lobi yang dilakukan oleh elit partai menjelang pemilu presiden ini masih bersifat spekulatif. Pemetaan sederhana atas para kandidat masih seputar sosok SBY dan Megawati. SBY diusung kembali oleh demokrat sebagai capres, akan tetapi cawapres nya masih kabur. Namun akhir-akhir ini ada yang menarik dari gonjang-ganjing seputar calon pendamping SBY yakni munculnya nama Sri Mulyani. Mencuatnya nama Menteri Keuangan ini tentunya akan membuat PKS semakin meradang, karena PKS sendiri sebenarnya sangat mengincar kursi cawapres dalam barisan koalisi yang akan dibentuk.

Tidak jauh berbeda dengan SBY, sebagai salah satu kandidat tampaknya Megawati masih belum memiliki pasangan yang akan mendampinginya. Akan tetapi nama Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono juga masuk dalam mapping (pemetaan).

Tanpa mendahului proses pemilihan yang kan dilaksanakan 6 juli mendatang, besar kemungkinan SBY akan kembali mempertahan kursi RI 1 yang sudah dipeganganya selama 5 tahun terakhir. Hal ini didasarkan pada survey yang dilakukan oleh CSIS, LP3ES, LIPI dan FISIP UI terhadap elektabilitas para kandidat. Tingkat elektabiltas SBY per februari 2009 mencapai 46%, jauh meninggalkan pesaingnya. Bahkan Megawati sendiri mengalami penurunan dan berada pada posisi kedua dengan tingkat elektablitas hanya hanya pada kisaran 17%.

 

Koalisi untuk masa depan demokrat

Melejitnya dukungan terhadap partai Demokrat tidak bisa dilepaskan dari sosok SBY. Bahkan bisa dibilang SBY merupakan kartu as bagi Demokrat. Hal ini tentunya tidak sehat bagi demokrasi terlebih lagi bagi masa depan partai. Bergantungnya Demokrat pada satu sosok akan sangat membahayakan partai ini kedepannya. Bahaya tersebut sudah mengancam melalui aturan yuridis dalam pasal 7 UUD yang mengatur bahwa” Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat kembali dipilih untuk jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan “ .Ini artinya jika SBY terpilih pada pemilu 2009 maka untuk pemilu 2014 Demokrat akan bermain akting tanpa aktor utamanya.

Ada beberapa skema yang bisa dipergunakan sejak dini untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya skema dalam menentukan pendamping SBY pada pemilu 2009. Konsekuensi pemilihan cawapres tidak hanya akan terkait dengan peluang untuk memenangkan pemilu presiden dan wakil presiden yang akan datang, akan tetapi akan berkorelasi lansung pada kekuatan demokrat untuk kedepannya. Apabila sosok pendamping SBY berasal dari partai lain, maka sama halnya dengan memelihara “ anak ular” dan membesarkan ketokohan kompetitornya sendiri. Solusi atas hal ini adalah memilih pasangan SBY dari lingkungan partai demokrat sendiri atau pasangan yang berasal dari poros tengah. Kalau tidak Demokrat harus siap gigit jari dan hanya merasakan kemenangan sesaat.

(Kampanye damai pemilu indonesia 2009)Penulis adalah anggota LAM&PK Fakultas Hukum Universitas Andalas

Koalisikah? JK menelepon SBY

April 23rd, 2009 by girathe182

Sampai saat ini dari kabar yang beredar JK menginginkan Golkar untuk cooling down dan tidak buru-buru menanggapi hasil quick count selepas kampanye damai pemilu indonesia 2009. Dia juga mencermati hasil perhitungan KPU, mulai dai tingkat kecamatan.
Koalisi Golkar & Demokrat Menunggu Lampu Hijau SBY
Perhitungan quick count telah selesai digelar. Partai Demokrat (PD) bercokol di tempat teratas. Sementara Partai Golkar mengalami penurunan suara. Masih terbuka kemungkinan SBY berduet lagi dengan JK, asal SBY tidak tersinggung dengan sikap JK.
“Kuncinya ada di SBY, kalau dia tidak tersinggung dengan sikap JK maka kemungkinan kembalinya koalisi Golkar dengan Demokrat terbuka,” kata pengamat politik Maswadi Rauf kepada detikcom, Jumat (10/4).
Maswadi menilai sikap JK yang terang-terangan menyatakan memutuskan koalisi di tengah jalan bisa menyinggung SBY. “Tapi kalau SBY mau Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009, saya kira tidak ada masalah di PD,” katanya.
Menurut Maswadi kemungkinan kembalinya koalisi Golkar dengan PD ini akan bertambah besar jika Golkar berada pada urutan ketiga. Hal ini menunjukkan partai berlambang beringin ini lemah.
“Kita tunggu hasih akhirnya bagaimana, karena posisi kedua dan ketiga akan sangat berbeda bagi Golkar,” katanya.
Menurut Maswadi, koalisi kedua partai ini akan sangat solid apalagi jika didukung dengan beberapa partai menengah. “Koalisi ini akan kuat dan solid setelah Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009,” katanya.
JK Masih yang Terbaik untuk SBY
Nama-nama siapa yang bakal menjadi pendamping SBY dalam pilpres mendatang terus berhembus. Setelah Jusuf Kalla sempat menyatakan akan berpisah, nama Akbar Tandjung ikut menyeruak. Bagaimana kans mereka?
“Kecil kemungkinan dengan Akbar Tandjung. Untuk apa mencoba dengan sesuatu yang baru dan belum jelas apa akan berhasil atau tidak dalam memerintah nanti,” kata pengamat politik UI Arbi Sanit saat dihubungi Jumat (10/4).
Bagi Arbi, pemerintahan di bawah SBY-JK dinilai paling berhasil dalam masa reformasi. Meski JK sempat menyatakan akan maju sebagai capres, Arbi menilai SBY akan tetap menyambut Golkar jika partai tersebut ingin kembali.
“Jika ingin balik setelah kampanye damai pemilu indonesia 2009, pasti akan disambut oleh Demokrat,” ujar Arbi.
“Gaya koalisinya harus loyal terhadap pemerintah selama lima tahun ke depan,” pungkasnya.
Demokrat Melejit, PKS Yakin Peluang SBY-HNW Masih Terbuka
Partai Demokrat (PD) melejit dalam hasil quick count beberapa lembaga survei. Kisaran suara 20 persen membuat PD memiliki daya tawar tinggi untuk pilpres. Tapi PKS yakin, peluang Hidayat Nur Wahid (HNW) menjadi pendamping Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih terbuka.
“Tetap masih ada kampanye damai pemilu indonesia 2009. Kita sudah berkoalisi selama 4 tahun dan hasilnya bagus, tidak ada riak yang menjadi hambatan,” kata juru bicara PKS Mabruri saat dihubungi melalui telepon, Jumat (10/4).
Menurutnya bila melihat logika politik, selama ini komunikasi dengan Demokrat berupa kontak dan misalnya kerjasama dalam urusan saksi di TPS telah dilakukan.
“Dari sisi chemistrynya cocok, tinggal ijab kabul,” tambahnya.
Apalagi, yang menguatkan, PD tidak mungkin berkoalisi dengan PDIP ataupun Partai Gerindra, dan lebih memilih PKS, PAN, dan PPP.
“Minggu-minggu ini kita akan sering berada di Jakarta, untuk melakukan komunikasi,” tambahnya.
Lebih lanjut menyikapi hasil pemilu, PKS mengaku belum akan melakukan langkah hukum, tetapi melihat lebih dahulu hasil final.
“Nanti kita lihat hasil penetapan KPU. Memang ada laporan masuk di TPS-TPS mengenai persoalan DPT,” tambahnya.
SBY Lirik JK dan Non-JK Sebagai Cawapres
Peluang duet SBY-JK dalam Pilpres 2009 masih terbuka luas. Bahkan pernyataan tersebut keluar dari mulut Presiden SBY sendiri. Menurut SBY, JK masih menjadi salah satu kandidat cawapres.
“Soal cawapres, tunggu tanggal mainnya. Ada banyak calon bagus. Ada Pak JK, ada bukan Pak JK. Tapi itu nantilah. Mohon doa restu agar koalisinya cepat dan pasangannya tepat,” kata SBY di kediaman pribadinya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/4).
SBY membenarkan dirinya telah ditelepon JK untuk memberikan ucapan selamat atas kemenangan Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Partai Demokrat dalam Pemilu Legislatif. “Sebenarnya benar bahwa setelah salat Jumat tadi saya menerima hubungan telepon dari Pak JK. Saya kok kaget, baru saja komunikasinya terjadi kok wartawan tahu,” kata SBY.
Sebagai sahabat, kata SBY, sangat wajar jika saling mengucapkan selamat satu sama lain. Kedua tokoh ini juga berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama di masa mendatang.
“Kita semua tadi bersyukur, mari kita lanjutkan komunikasi ke depan dalam format yang telah disepakati. Komunikasi politik kami hanya berhenti sampai di situ. Tidak ada kedalaman dari pembicaraan kami dalam konteks politik yang lebih dari itu,” jelas SBY.

Sosialisasi Pemilu Indonesia 2009 Kisruh

April 22nd, 2009 by girathe182

partai politik peserta pemilu 2009, Komisi Pemilihan Umum dan tim suksesnya masih sangat kurang dalam hal sosialisasi. hal ini jika tidak segara diantisipasi dikhawatirkan dapat menimbulkan bentrok di lapangan karena kesimpangsiuran jadwal waktu pelaksanaan dan tata cara kampanye damai pemilu indonesia 2009 yang benar.

Selain sosialisasi jadwal dan tata cara kampanye yang benar, KPU juga sangat lambat untuk mensosialisasikan tata cara pemilihan yang benar. Walaupun akhir tahun 2008 yang lalu KPU sudah ditegur oleh Presiden SBY, namun nampaknya kinerja Komisi Pemilu dalam hal ini masih dirasakan belum meningkat dalam meng-Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009.

Melihat sosialisasi dari KPU yang kurang tersebut, rasanya sangat wajar jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali memarahi KPU

Noda Kampanye Damai Pemilu Indonesia

March 27th, 2009 by girathe182

Bener bener bikin saya kesal sekali,
karena sudah seperti yang kita ketahui sekarang sudah banyak bermunculan oknum oknum blogger yang tidak bertanggung jawab, maen kopi paste seenaknya,

dan hal itu mungkin saja bisa membuat saya sangat stress saja, lah, ya i ya lah secara..

Lanjut ke main topik, dengan jalan menebarkan, memasang atribute Partai serta menyiarkan Reklame Komersial lewat jalur multimedia adalah cara yang sangat ampuh untuk menjalankan Misi ini :)

Namun yang perlu kita pertayakan adalah apakah Kampanye Damai Pemilu indonesia 2009 ini akan bisa terwujud ??

Okay, kita Balik lagi ke Topik..

Setiap melaksanakan Kampanye damai pemilu indonesia 2009 Mungkin saja tidak akan berjalan dengan mulus,
karena Kita semua tau ( lagi ), kalau kegiatan kampanye damai pemilu Indonesia 2009 tersebut sangat banyak persaingan, dan hal itu bisa saja menyebabkan perselisihan, serta ( lagi ) terjadinya persaingan yang tidak Sehat.

Dibawah ini adalah cara berkampanye yang kurang baik dan bisa saja Dilarang, karena bisa menghambat proses
Kampanye damai pemilu indonesia 2009 :) :

- Peserta Kampanye pemilu yang Memasang Atribute Partai dalam bentuk apapun di fasilitas umum,
Contohnya : Dalam Tempat beribadah, Sekolah, Kampus, Serta Di Taman Kanak Kanak

- Peserta Kampanye pemilu indonesia Memasang Banner atau Atribute Partai di Taman Kota, karena saya rasa itu sangat memalukan !!

- Peserta Kampanye pemilu Memasang Atribute Partai atau Poster Partai di Rambu Rambu lalu lintas :p

- Peserta Kampanye pemilu harus yang saling mengejek antar Peserta Partai. It’s so emberrase :p

- Peserta Kampanye pemilu indonesia 2009 Memasang Atribute Partai di rumah, sedangkan yang punya rumah tidak tahu,

- Peserta Kampanye pemilu indonesia 2009 Memasang Banner di tempat Umum pada waktu malam hari

- Peserta Kampanye pemilu indonesia 2009 yang menggunakan Money Politik

- Peserta Kampanye damai pemilu indonesia 2009 mengiming - iming Sesuatu atau mengobral janji

- Peserta Kampanye pemilu indonesia 2009 Mencari serta menyamakan Visi dan Misi Dengan Parta Lain

- Peserta Kampanye Damai pemilu indonesia 2009 yang mempunyai Visi dan Misi yang terlalu muluk - muluk

- Peserta Kampanye Damai pemilu indonesia 2009 yang mempunyai Rencana lain dibalik kampanye serta janji - janjinya

Read the rest of this entry »

Kampanye Dengan EsKrim, Pemilu Damai

March 25th, 2009 by girathe182

Siapa yang ga suka ice cream? Kalau saya, suka banget! Kalau hati sedang galau seperti sekarang, Eskrim adalah sahabat yang setia menemani saya. Galau? Iya nih….soale halaman kampanye damai pemilu indonesia 2009
saya, tiba2 menghilang dari halaman pertama tempatnya nangkring sejak diluncurkan.. hiks. Sedang diajak menemani paman Google jalan-jalan di pagi hari yang hujan ini kali yah :D Smoga cepat kembali “ke jalan yang benar” deh Kampanye Dengan Eskrim, Pemilu Damai

Wakz..koq jadi curhat sih. Kembali ke laptop masalah Eskrim. Sejak lama ice cream dikenal mempunyai khasiat yang khusus. Bagi suku Aztec dan Maya di Mexico di abad 16 misalnya, es cream dipercaya merupakan minuman yang berasal dari surga, yang dikirim oleh Dewa Pertanian untuk mereka. Beragam penelitian dizaman modern menemukan bahwa beberapa zat yang terkandung dalam es krim — dengan catatan disertai dengan pola hidup dan pola makanan yang sehat — mempunyai efek yang positif terhadap tubuh kita. Diantaranya adalah: membuat kulit muka bercahaya dan awet muda, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, mencegah risiko penyakit jantung koroner dan kanker, dan banyak lagi.

Khusus dampak eskrim yang berhubungan dengan perilaku/suasana hati (mood) galau seperti yang sedang saya alami, ada yang disebut dengan “chocolate craving”. Yaitu kerinduan akan es krim karena aromanya, teksturnya, manis-pahitnya dsb.

Suatu substansi mirip amphetamine dalam prosesnya pada gilirannya mampu memunculkan perasaan senang dan perbaikan suasana hati dan ada yang berkhasiat aphrodisiac yang memunculkan perasaan seperti orang sedang jatuh cinta, hati berbunga-bunga. (Sumber: Kolom Pakar Pinter, kolom.pacific.net.id)

“Penemuan” paling terkini yang akan mendongkrak pamor eskrim adalah Kampanye dangan eskrim bergambar lambang partai. Adalah seorang Lasti Martina yang mencoba mencari tambahan penghasilan dengan membuat eskrim rumahan. Ditengah krisis ekonomi dan persaingan yang ketat, Lasti dengan amat jeli menangkap peluang momentum Pemilu legislatif pada April 2009 yang akan datang.

Banyaknya partai peserta Pemilu yang berlomba mempromosikan partainya dengan berbagai cara, menginspirasinya untuk membuat es krim dengan lambang partai. Memulainya dengan modal hanya Rp.500ribu, ternyata kreasi yang dijual dengan harga Rp. 4ribu mendapat sambutan yang luar biasa.

eskrim untuk kampanye damai pemilu 2009 Kampanye Dengan eskrim, Pemilu Damai Bila Lasti berharap mendapat keuntungan dari es krim berlambang partai ini, kita boleh berharap “chocolate craving” effect bisa menciptakan rasa aman dan damai selama masa Kampanye Pemilu Indonesia 2009.

Dan masyarakat dapat menentukan (dan gak Golput) Caleg yang sesuai dengan aspirasi mereka tanpa rasa takut dan tekanan.

Es Krim yang saya makan sudah habis, dan hati saya yang damai :D berharap halaman kampanye damai pemilu indonesia 2009
saya telah kembali ‘kejalan yang benar”. Amiiiin.

Adakah Politisi Jujur di Indonesia 2009?

March 13th, 2009 by girathe182

Menjelang Pemilu Indonesia 2009 idealnya memang diperlukan politisi yang bermain jujur di kancah perpolitikan Indonesia ini, Kampanye Pemilu Indonesia 2009 akan lebih damai, yang jadi pertanyaan adalah politisi jujur itu yang seperti apa ?

Kita coba mengembalikan ingatan kita pada saat kampanye pemilu beberapa tahun lalu, masih ingat dengan kasus kejujuran setelah kampanye pemilu saat itu, yang ada hubungannya dengan dana non budgeter DKP.

Satu-satunya dasar untuk menilai kejujuran atau kebohongan adalah fakta. Pengakuan atau bantahan sama-sama memiliki nilai kejujuran yang sama jika memang itulah faktanya. Namun nilai kejujuran menjadi pudar manakala kejujuran itu dipakai sebagai “alat” untuk memojokkan pihak lain. Atau memanfaatkan kejujuran sebagai strategi untuk melakukan mobilitas vertikal guna meraih pengaruh politik. Mencermati konteks pengakuan Pak Amien Rais, logika politik yang tengah dibangun serta suasana yang sedang dikembangkan saat ini memaksa kita untuk menyimpulkan bahwa kejujuran Pak Amien Rais telah kehilangan maknanya yang hakiki. Bukan kebenaran yang hendak ditegakkan melainkan sebuah konspirasi untuk menjatuhkan pemerintah yang berkuasa dengan cara memanipulasi suatu “kejujuran”.

Masih sangat lekat dalam ingatan kita sosok Amien Rais yang tegar berjuang bersama mahasiswa di jalanan untuk menggulingkan rezim Soeharto pada era 1998 yang lalu. Keberaniannya menempuh risiko, komitmennya yang kuat adalah bagian dari kharakter pribadinya yang amat menonjol kala itu. Kini beliau tampil sebagai pionir yang “mewartakan dari atas atap rumah” bahwa dirinya termasuk orang yang ikut menikmati dana ilegal alias uang tidak halal dari Rokhmin Dahuri (dana non budgeter DKP) senilai Rp 200 juta. Publik pun berdecak kagum, karena lagi-lagi Pak Amien Rais mau menunjukkan komitmennya yang kuat untuk memberantas KKN sebagaimana cita-cita reformasi yang ia perjuangkan dulu.

Pak Amien Rais dengan segala kebesaran jiwa mengaku bahwa dirinya telah menerima kucuran dana non budgeter DKP dari tangan pertama (Rokhmin Dahuri) untuk membiayai kampanyenya. Publik serta merta menerima pengakuan itu sebagai sebuah KEJUJURAN. Dalam konteks yang sama, Pak SBY membantah bahwa pihaknya tidak menerima dana non budgeter DKP. Mestinya itu juga diterima sebagai suatu KEJUJURAN pula. Namun publik seolah-olah diarahkan untuk memilah-milah bahwa yang mengaku menerima dianggap JUJUR, sedangkan yang membantah patut diduga sebagai BERBOHONG ?

Satu-satunya dasar untuk menilai kejujuran atau kebohongan adalah fakta. Pengakuan atau bantahan sama-sama memiliki nilai kejujuran yang sama jika memang itulah faktanya. Namun nilai kejujuran menjadi pudar manakala kejujuran itu dipakai sebagai “alat” untuk memojokkan pihak lain. Atau memanfaatkan kejujuran sebagai strategi untuk melakukan mobilitas vertikal guna meraih pengaruh politik.

Mencermati konteks pengakuan Pak Amien Rais, logika politik yang tengah dibangun serta suasana yang sedang dikembangkan saat ini memaksa kita untuk menyimpulkan bahwa kejujuran Pak Amien Rais telah kehilangan maknanya yang hakiki. Bukan kebenaran yang hendak ditegakkan melainkan sebuah konspirasi untuk menjatuhkan pemerintah yang berkuasa dengan cara memanipulasi suatu “kejujuran”.

Bahkan lebih dari itu, situasi ini dapat memicu konflik politik dan konflik sosial menjelang pemilu indonesia 2009, bukankah kita semua sedang mendambakan Kampanye Damai Pemilu Indonesia di 2009 ini? . Menyelamatkan diri sendiri dengan cara tuding-menuding adalah salah satu budaya yang harus kita tinggalkan untuk melangkah lebih baik kedepan, saatnya para politisi Indonesia tidak lagi mempolitisasi kejujuran di kampanye pemilu indonesia 2009 nanti.

Persoalannya sebetulnya sederhana saja. Jika aliran dana non budgeter DKP itu dinilai ilegal dan melanggar hukum apalagi jika untuk membiayai kampanye pemilu, serahkan kepada aparat penegak hukum untuk mengusutnya hingga tuntas. Tak perlu ada tuding-menuding, karena tuduh menuduh dapat membuat situasi negara tercinta Indonesia ini menjadi tidak sehat.

Kampanye Damai 2009

February 17th, 2009 by girathe182

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 ini merupakan kata kunci atau keyword dari sebuah kontes seo yang diadakan oleh master pogung177. Jadi tidak ada hubungannya dengan pemilu yang akan diadakan nanti. Yang bikin saya penasaran, kenapa yah keyword yang dibidik harus “kampanye damai pemilu indonesia 2009
“?

Di mungkinkan salah satu latar belakang penggunaan kata kunci ini, “Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009” sebagai bentuk manifestasi yang bisa menunjukkan rasa nasionalisme dengan cara menggalangkan serta mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga agar pemilu yang akan diadakan nanti dapat berjalan tertib, aman, dan damai.

Umumnya kan kontes berhadiah diadakan untuk mempromosikan situs dari penyelenggara. Nah, ini nggak lho. Anda tidak perlu memberi backlink, memasang banner kontes, ataupun memajang foto penyelenggara. Saya memberi backlink diatas bukan karena sebuah keharusan, tapi untuk mempermudah para blogger yang belum tau dengan kontes ini dan berminat untuk ikut meramaikan. Agar tidak perlu lagi untuk bersusah payah mencari informasi tentang kontes ini.

Ohya, harus diingat bahwa kontes dengan keyword “kampanye damai pemilu indonesia 2009
” ini tanpa aturan lho atau kerennya “NO RULES”. Semua teknik seo beserta trik seo diperbolehkan baik itu white hat seo, blue hat seo, black hat seo, maupun seo acak-kadut lainya.

Halo Indonesia 2009

February 17th, 2009 by girathe182

Harapan itu masih ada,
Selamat datang kampanye damai pemilu indonesia 2009
. Ini merupakan postingan pertama Saya. untuk kedepanya tidak jauh beda isi blog ini berkaitan dengan kampanye damai pemilu indonesia 2009, karena emang sengaja di buat guna memanah kata kunci tersebut

mudah-mudahan dengan menggunakan segala jurus yang ada saya bisa memenangkan kampanye damai pemilu indonesia 2009
sekaligus menyuarakan bahkan berharap sangat agar kampanye damai pemilu indonesia 2009
dapat terwujud di pemilihan demokrasi kali ini